Showing posts with label thoughts. Show all posts
Showing posts with label thoughts. Show all posts

Thursday, March 14, 2013

Momen

Momen favorit hari itu yang membuat saya tersenyum untuk menyambut hari esok, kemajuan, dan kerja keras yang menanti. Kadang Tuhan melantunkan kata-kata penyemangant-Nya dengan cara yang magis.
Slowly but sure, not surely slow.


Love,


Wednesday, February 06, 2013

Ekshibisi Orange Juice dan Sarah




Namanya Regina Saptiarini Safri. Sejak tahun 2011 ia menguras segala materi, tenaga, dan pikiran yang dimiliki untuk menempuh perjalanan Jawa – Kalimantan. Mendokumentasikan kegiatan yang ia lakukan bersama Yayasan Konservasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Samboja, Kalimantan Timur dan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah. Perjalanan panjangnya mencakup membelah jalanan berdebu di perkebunan sawit dan mengarungi sungai di belantara Borneo. Tak jarang ia menjadi satu-satunya wanita di rombongan. Kepeduliannya terhadap orangutan ia tunjukkan tak hanya menjadi relawan, namun juga dengan memamerkan 42 karya jepretan lensanya yang mendokumentasikan kehidupan orangutan dalam pameran fotografi jurnalistik yang bertajuk “Orangutan : Rhyme & Blues”. Dalam pameran yang digelar di Bentara Budaya Yogyakarta pada 27 Januari hingga 4 Februari ini Regina berusaha menyampaikan pesan bahwa orangutan berperan penting dalam menjaga ekosistem hutan. Ia memberi contoh bahwa kotoran orangutan dapat tumbuh dan hidup menjadi tanaman karena 80 persennya merupakan biji-bijian. Regina percaya apabila orangutan dibiarkan hidup, maka dengan sendirinya hutan akan terjaga. Ia menambahkan bahwa proses pelepasliaran orangutan kembali ke hutan oleh yayasan membutuhkan biaya yang besar dan pemerintah kurang memberikan dukungan. Yayasan harus membayar Rp13 miliar kepada pemerintah untuk izin melepas orangutan di hutan ex-HPH dengan masa pemakaian 60 tahun. Padahal orangutan bukanlah satwa milik yayasan maupun LSM, tetapi satwa yang seharusnya dilindungi oleh negara. Artikel lengkap tentang pamerannya ini bisa dibaca di sini.
P.S. Menurut sahabat saya, Dito, yang notabene mahasiswa kehutanan, hutan ex-HPH adalah bekas hutan yang memiliki Hak Penguasaan Hutan. Sepenangkapan saya, hutan ini dulunya bisa dimanfaatkan secara komersil, seperti dimanfaatkan kayunya, kemudian dialihfungsikan menjadi hutan untuk konservasi orangutan. CMIIW.




Sunday, December 30, 2012

selanjutnya apa?


Resolusi 2013 hanya ada satu hal : 
S.E.gera menyelesaikan tugas akhir & meninggalkan status sebagai mahasiswi dengan manis. 

Dengan begitu saya bisa merencanakan graduation trip ke destinasi impian dengan memuaskan.


ah ini adalah kutipan yang belakangan terngiang-ngiang terus di kepala saya. source

Love,



Thursday, November 29, 2012

path

"Bayangin, tiga tahun untuk selamanya!"
"Tapi, tiga tahun itu hidup juga, kali."

Percakapan random dalam diri sendiri, dipicu oleh sebuah pesan singkat mengenai rekruitmen di sebuah firma akuntansi.


Semoga dalam tiga tahun saya bisa mewujudkan coret-coretan di sebelah kanan (yang masih belum berhasil dibuat dengan software Google SketchUp), bukannya berkutat dengan berkas-berkas berisikan angka dari subuh ke subuh setiap harinya.
Dan semoga film yang diadaptasi dari novel di sebelah kiri bisa segera tayang di kota ini. Silakan intip trailer-nya di bawah ini.


Tuhan memberkati kita, para pengejar mimpi.
Cheers,



Saturday, October 27, 2012

Rumah Sederhana Bercat Ungu


rumah sederhana di depan masjid dusun
halaman dengan kursi kayu di bawah pohon kelapa
kita sering duduk di sana
kadang berbincang
atau mencari sinyal
ah, tentu dengan gelas di tangan
berharap gelas kaca itu bisa menambah segaris sinyal di layar.
di ruang televisi, kita pertama kali duduk bersama dengan tuan rumah
orang yang pada akhirnya kita panggil Babe
panggilan yang masih kita gunakan sampai kita pulang
sampai kapanpun.

ada pula ruang tengah
barang-barang kita berserakan
kalian berempat tidur di sini
kadang malah kita berenam,
kalau ada tokek yang iseng muncul di kamar saya dan Kiki
reptil kecil ini membuat kita lemah ya?
kita malah pernah minta tolong pada Aldi, bocah kelas 6, untuk mengusir hewan ini
kebahagiaan-kebahagiaan kecil muncul di ruangan ini
bermain game sepak bola yang tidak saya mengerti
karaoke dari pagi
entah lagu Tak Pernah Padam - Sandy Sandhoro
atau Sabtu Minggu - Sandy
bisa juga membuat video bodoh dan memalukan yang tidak ingin kita ingat lagi.

ruangan favorit saya adalah ruang makan
lima kursi di meja makan untuk kita berenam
pertama kali saya membuka tudung saji,
tak ada apapun di dalamnya
meja itu berdebu
setelah beberapa hari, ruangan ini hidup lagi
saya menemukan ritual baru
kita menemukan ritual baru
berkumpul di meja makan
masing-masing dari kita tidak ada yang punya kebiasaan ini kan?
kita duduk di ruangan ini
tak hanya makan,
kadang bercerita,
tertawa,
bingung,
mengeluh,
bermimpi,
mengejek,
berdebat,
meskipun itu hanya skenario
saya sungguh rindu
ritual kita di meja makan
di rumah bercat ungu.


penuh rindu,



Friday, April 06, 2012

Friday's Talk

"Libur gini kok ke kampus sih mbak?"


Pagi saya dibuka dengan pertanyaan ini. Hari ini hari libur nasional, tapi dari jam sembilan saya sudah menyantroni sebuah toko buku sambil menunggu jam janjian dengan geng kewirus (Diba - Laras - Niska). By the way, saya beli buku travelling "Dengan 3 Jutaan Keliling India dalam 8 Hari". It's so tempting :9 


Menjelang sore, saya justru malas pulang. Saya nemenin Diba yang nunggu ditelepon sama mas fotokopian (i know it sounds wrong hahaha). Malas menembus hujan sebenarnya (ampun, Dib). Kami pun ngobrol ngalor-ngidul. 


Saya cerita tentang kegagalan yang baru saya alami. Dia cerita tentang kegagalan yang dulu dia alami.
Saya ngedumel tentang polah orang tua saya yang kadang bikin salah tingkah. Dia curhat tentang tingkah keluarganya yang kadang bikin dia gigit jari.
We've been there.


Saya jadi ingat, beberapa hari yang lalu, Joko Anwar menulis ini di akun Twitter-nya.
"Kalo kamu lagi di bawah banget, kamu mustinya seneng. Karena, mulai sekarang yang ada cuman naik. ☺♡" - Joko Anwar. 
Dosen TPAI saya juga pernah menyarankan hal serupa, tapi dalam konteks beli saham. Belilah saham yang harganya lagi jatuh, karena nanti pasti harganya akan naik sendiri. Tren harga saham memang begitu, pasti akan naik setelah melewati titik minimum. Sama kaya hidup.
Saya lega. Untuk beberapa saat.


Dasarnya saya lagi buntung, pikiran saya negatif melulu. Selama perjalanan pulang, saya justru punya pertanyaan lain.
Gimana kalo ternyata sekarang ini belum sampai titik terendah? Berarti belum waktunya naik kan? Berarti masih bisa jatuh lagi kan?
Sepanjang jalan saya cuma mikir ini. Jawabannya apa?
"Sometimes  in life, you fall down holes you can’t climb out of by yourself. That’s what friends and family are for—to help. They can’t help, however, unless you let them know you’re down there." - Dr. Knutz (Princess Mia) 
Saya pernah posting kutipan di atas beberapa bulan yang lalu. Fira Basuki juga pernah nge-tweet hal serupa.
"Tapi jd perempuan jgn terlalu keliatan 'mandiri'. Krn pria juga ingin melindungi. Jangan tergantung, tp tahu kapan manja mnrt @MrAmplitudo." - Fira Basuki 
Well, konteksnya memang beda sama keadaannya Fira. Tapi, saya tetap suka sama kalimat itu.
Kali ini saya mulai menangkap makna saran-saran itu dalam perspektif yang lebih luas. 


Bagi saya, jawabannya tidak sekedar minta tolong secara harfiah. Tapi, kita harus melakukan sesuatu kalau mau merubah keadaan. Entah itu minta tolong, belajar menertawakan diri sendiri, mulai mencoba lagi, atau apapun. Kalau cuma pasrah, keadaan pasti lama berubah. Jangan-jangan malah tidak berubah sama sekali. Jangan-jangan kita malah semakin ke bawah kalo cuma pasrah.


Mana yang kamu pilih? Menunggu tiba di dasar untuk sampai di jalan yang membawamu naik perlahan? Atau sudah lelah jatuh dan memutuskan ini waktunya meminta tolong atau bergerak melompati jurang? Dengan begitu, kamu menghindari sampai di dasar.


Saya jadi ingat konsep internal locus of control. Tindakan dan perilaku kita sendiri lah yang menentukan keadaan kita selanjutnya, bukan orang lain. Ingin pintar ya belajar. Kalau bukan kita sendiri, ya siapa lagi? As simple as that :)


P.S. Kebersamaan kita seharian ini masih terbilang random kah, Dib? :p
P.S.S. Semoga saya bisa mempertahankan pemikiran yang ternyata ngga sesimpel itu kalo dilakukan.
P.S.S.S. Semoga UTS saya lancar jaya. Amin!


Love, 


Tuesday, February 14, 2012

fallen

source

Mia : But the thing is, ever since I talked to Michael last Sunday, I’ve felt as if I were sitting back at the bottom of that hole again. Really. Like I was down there, blinking at the blue sky up above, totally unsure how I’d found myself in this position.

Only this time, there were no roots to pull myself out of the hole. I was stuck down there at the bottom. I could see normal life passing by overhead—people laughing, having fun; the sun beating down; the birds and clouds in the sky—but I couldn’t get back up there to join them. I could just watch, from down at the bottom of that big, black hole.

Dr. Knutz : Sometimes in life, you fall down holes you can’t climb out of by yourself. That’s what friends and family are for—to help. They can’t help, however, unless you let them know you’re down there.


- quoted from Princess Mia. -


His advice was totally logical.
But, is it wrong to keep our weak and tired face only for ourselves?
I can be a good listener. Yet, i'm a shy storyteller.


Love,

Saturday, November 12, 2011

renungan random sabtu malam

Warning! It's gonna be a long-random post.

Halo! Senang rasanya UTS sudah selesai, dan sedih karena UTS selesai. Oh well saya harus kembali ke hari-hari dengan 8 makul seminggu yang 3 di antaranya ada tugas mingguan. Itu alasannya. Curhat dikit nih ya, pahit sih sebenernya, dari 8 makul ada 4 makul yang UTS-nya menurut saya absurd (baca: ngga bisa ngerjain).

Top list yang pertama adalah Audit 1. Dang! Saya kaget ternyata audit teori teori dan teori. Ada 108 soal UTS dan waktu mengerjakan hanya 90 menit! Belum lagi harus menyalin jawaban dari lembar soal ke lembar jawaban! Belum lagi soal bagian A adalah isian dengan titik-titik yang beranak-pinak!
Next adalah Sistem Pengendalian Manajemen. Soalnya adalah kasus tentang pengukuran & penilaian kinerja serta transfer pricing. Sungguh saya terintimidasi liat yang lain pada nambah folio *menatap folio yang cuma kepake 3/4*
Next ada lagi Aplikasi Komputer. Suruh bikin sistem pake Ms. Access *ngutak-atik komputer* *main solitaire*
Eh berarti cuma 3 ding ya. Horeee~
Baiklah kita tutup kenangan tentang UTS.

Sekarang bagian seneng ya. Teman seangkatan saya ada yang menikah loh. Bukan di tanggal cantik 11-11-11, tapi hari ini (Sabtu, 12-11-11). Selamat ya Ninggar dan Arul :D
Nah buat kado mereka, saya bikin papercraft wedding special edition. Bukan saya sih yang jadi designer papercraft-nya, saya cuma "penjahit".




boks bikinan sendiri

Kalo tertarik bikin, silakan mampir ke sini buat download polanya. Tadinya saya mau kasih kartu ucapan yang pake teknik papercut, kaya di sini, tapi ngga sempat. Akhirnya saya nulis ucapan pake postcard buatan Nest of Ojanto :D

kartu yang ngga jadi dibikin
saya pakai kartu no 7

Love is a symbol of eternity.  It wipes out all sense of time, destroying all memory of a beginning and all fear of an end.  ~Author Unknown

Saya jadi pengen belajar corel biar bisa bikin desain buat hadmade macem-macem. Selama ini cuma download dari internet doang. Kepuasannya beda. Semoga ngga cuma wacana ya haha.

Ngomong-ngomong tentang pernikahan, belakangan beberapa teman saya di Twitter juga rajin ngetwit/retweet tentang pernikahan gitu. Khususnya nikah muda. It shocked me. Saya sendiri belum sampai mikir ke sana. Well selama 1 tahun 6 bulan 2 minggu 1 hari sama Arsyad, beberapa kali menyinggung tentang hal ini. Tapi saya sendiri jujur mengindari topik ini sebenarnya. Apa ya, saya memang suka lihat foto-foto & konsep wedding gitu, tapi untuk jadi pemeran utama saya belum siap. Ya ampun bahasanya, kaya ada yang mau nglamar dalam waktu dekat aja haha *poke diri sendiri*

yes i dreamt about an outdoor wedding
and beach wedding

Saya perfeksionis sih ya. Memutuskan untuk mengabdi, mengemban tanggung jawab sebagai istri-menantu-ibu, dan monogami (halah) perlu buaaaanyaak pertimbangan lah ya. Bukan cuma masalah "pengen" doang, tapi masalah udah bisa masak belum? Udah bisa nyuci belum? Udah siap ngurus anak sampe ngga tidur belum? Kalo belum bisa ngurus rumah dan bergantung sama asisten rumah tangga, ya sama aja. Oke mungkin saya terdengar kuno karena menyinggung kewajiban-kewajiban konvensional itu. Tapi bagi saya, seorang istri ya minimal harus bisa ngurus rumah dan isinya, pokoknya bisa segala-galanya. Jangan sampai perannya diganti sama asisten rumah tangga atau babysitter-lah.

Modal cinta juga ngga cukup. Serius mau menjadikan hal abstrak, seperti cinta, sebagai pondasi? Ada juga yang menolak bikin prenuptial agreement karena mikir "ngapain sih nikah udah mikir cerai duluan?". Well kalo saya sih menerapkan manajemen risiko. Jangan cuma mikir yang manis, yang pahit juga perlu diicipin.

Saya sebenarnya menggunakan Adit sebagai bahan percobaan bagaimana kelak kalau saya punya anak gitu. Masih gagal rupanya -____-*. Saya masih berstatus sebagai obyek untuk diajak berantem, bukan obyek untuk meminta perlindungan. Saya juga seringkali menjadikan Adit obyek untuk dijahilin sih. Yah saya sih ngga mau punya hubungan kaya gini sama anak saya nanti hahaha.

Anyway, saya mengagumi keberanian Ninggar & Arul untuk menikah di usia muda. Selamat ya :D

Oh iya tadi siang waktu dateng ke rumahnya Ninggar ada temen-temen kampus juga. Saya datang berdua sama Kikin. Kebanting banget liat mereka pada dandan dan berpakaian formal. Kadang saya ignorant banget ya sama hal-hal yang girly macam make up dan dress formal :s

Oke mari ganti topik. Itu tadi bukan galau atau kode loh ya. Jangan disalahartikan, cuma statement aja.

Beberapa minggu yang lalu saya sempat main ke Pantai Parangkusumo, Pantai Goa Cemara dan Pantai Kuwaru loooh :D *tuh liat, saya masih suka main daripada masak-masakan*

Goa Cemara




Pantai Kuwaru


Parangkusumo
Festival Layang-Layang Nasional










oh well adik saya gosong -___-
Pertengahan tahun depan, saya rencananya mau KKN. Berharap banget bisa kkn di luar Jogja, bahkan di luar Jawa. Saya, Diba, dan Kikin berencana kkn bareng. Makanya kemarin sempat cari-cari yang mau kkn agak jauh. Ada beberapa teman yang udah bikin kelompok dan program segala macem, udah mulai persiapan lah. Tapi ternyata lokasi mereka masih di Jogja dan Klaten. Ngga jadi lah -___-

Bukannya apa-apa, saya pengen pergi agak jauh dari rumah karena selama ini memang jarang dapat kesempatan (atau izin) buat melakukan itu. Waktu saya pamit mau ke Pulau Sempu aja saya sengaja ngga bilang kalo kami mau datang ke pulau terpencil yang ngga berpenghuni dan ngga ada listrik-rumah-toilet. Pokoknya mau ke Malang, bilangnya gitu. Maaf ya ma, pa. I do love travelling. Ngga bisa liat pemandangan surgawi ala Sempu cuma gara-gara ortu perfeksionis itu "errrr" banget. Saya pengen membuktikan bahwa saya bisa kok mandiri. Saya bisa kok jaga diri. Makanya, kalian para lelaki bersyukurlah bisa kemana-mana dengan mudah. Ngga bakal dicariin gara-gara udah jam 9 malem tapi belum sampai rumah. Ini juga salah satu alasan saya mengurungkan niat datang Ngayogjazz. Sebenernya ngga ngerti jazz juga sih haha *menghibur diri*

Jadi perempuan yang anak sulung itu bikin saya pusing. Kami dituntut untuk bertanggungjawab layaknya lelaki, misalnya jagain adik, memastikan adik tetap lanjut sekolah setelah orang tua pensiun, naik genteng buat ngambilin kok yang nyangkut, sampe betulin saklar listrik yang konslet kalo papa lagi kerja (true story). *ya ampun gimana caranya aku bisa betulin deh ya* Pokoknya kerja laki gitu deh. Tapi kalo kami pengen ngerasain kebebasan yang agak laki, misalnya pergi jauh dan pulang malem dll, pasti langsung pindah ke "mode anak cewek". Ah.

Jadi ya itu salah satu motivasi kkn saya. Mama saya sendiri nyeletuk gini "jangan kkn jauh-jauh lah mba, ntar mama ngga ada yang buat dimarahin". Oh well. Wrong reason, mum. Please bolehin anak gadismu ini sedikit egois karena memikirkan kepentingan individunya dan mengesampingkan kepentingan keluarga. Nanti mama marahin aja si Adit, biar dia ngga manja dan ngga minta uang saku lagi. Biar hemat gitu ma. Dulu mba pas SD juga bisa bertahan hidup kok tanpa jajan.

Segitu dulu deh curhatan saya, bukan gara-gara udah puas cerita, tapi karena youtube udah selesai buffering haha. Have a great weekend!! :D


P.S. Kalo kamu, iya kamu, baca ini, kalo misalnya tadi kita berangkat bareng kamu mau tanggung jawab apa kalo aku ikut-ikutan minta nikah muda? Nikah kan costly. Itu bukan excuse gara-gara aku males dandan loh ya haha :p


P.S.S. Kalian para cowok tingkat kerennya naik berlipat-lipat di mata cewek kalo mau kkn di luar jawa. Berlaku kebalikannya. *peace* :p


P.S.S.S. Saya udah nonton film barunya Shah Rukh Khan, RaOne, lho. Makasih internet *kecup*


P.S.S.S.S. Please jangan tanya gimana ceritanya, saya nonton tanpa subtitle :(

Love,

Thursday, October 20, 2011

family journey

Family-comes-first time. Merayakan Idul Fitri di Cirebon dan Banten.


Aliya and Kamila
Desa Ayah saya, Bojongmanik, dari atas
Baduy di Ciboleger


antusias menonton tv dan perpustakaan desa